Mengenal Miqat Dhu al-Hulayfah (Abar Ali): Titik Awal Ihram Jamaah dari Madinah Menuju Makkah

Madinah Al-Munawwarah – Miqat Dhu al-Hulayfah, yang populer dikenal masyarakat dengan sebutan 'Abar Ali', merupakan salah satu dari mawaqit makani utama yang ditetapkan secara syar'i bagi siapa pun yang hendak memasuki Makkah Al-Mukarramah untuk menunaikan ibadah haji atau umrah.
Miqat ini dikhususkan bagi penduduk Madinah Al-Munawwarah serta seluruh jamaah peziarah yang menempuh rute perjalanan melewati kota Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.
"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena Allah." (QS. Al-Baqarah: 196)
1. Sejarah Penamaan dan Keutamaan Tempat
- Dhu al-Hulayfah: Dinamai demikian karena pada masa lampau kawasan tersebut banyak ditumbuhi pohon al-Hulaf (Elaeagnus).
- Masjid Asy-Syajarah (Masjid Pohon): Dinamakan demikian karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berteduh di bawah sebatang pohon di tempat ini ketika berniat ihram saat Umrah Hudaibiyah, Umrah Qadha', dan Haji Wada'.
- 'Abar Ali: Merujuk pada peristiwa saat Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu singgah dan memerintahkan penggalian sumur air bersih untuk melayani para musafir dan jamaah haji.
2. Letak Geografis dan Arsitektur Megah
Masjid Miqat Dhu al-Hulayfah berdiri megah di sisi barat Lembah Al-Aqiq yang penuh berkah (Wadi Al-Aqiq Al-Mubarak) pada ketinggian 640 meter di atas permukaan laut. Jaraknya sekitar 14 kilometer di barat daya Masjid Nabawi dan sekitar 433 kilometer di utara Masjidil Haram Makkah.
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah merenovasi total kompleks miqat ini menjadi mahakarya arsitektur Islam seluas lebih dari 178.000 meter persegi, dilengkapi taman kurma asri, menara setinggi 64 meter, kapasitas shalat 5.000 jamaah, 512 unit kamar mandi, serta 566 titik tempat wudhu modern yang mampu melayani puluhan ribu jamaah setiap harinya.


